DISTRIK OESAO – Jemaat Oesao
Di desa Oesao ada sebuah gereja Pentakosta yang beerdiri sendiri dan tidak ada hubungan liturgy dan administrasi dengan gereja pentakosta lainnya di Indonesi. Gereja ini digembalakan oleh bapak Hendrik Kore Ludji, dan pada saat itu dibuka juga cabang jemaat Pentakosta di Sabu tepatnya di desa Raerobo yang digembalakan oleh bapak Daud Djara.
Pada awal tahun 1965, Bapak Daud Djara mendengar dan menerima pelajaran Firman Tuhan dari bapak
Yohanis Bale Nguru di Sabu dan dia sangat diyakinkan pada saat itu, tetapi Bapak Daud Djara belum dibaptis di Sabu dan dia di baptiskan di Kupang. Pada tahun itu juga Bapak Daud Djara dipangggil menghadap ke Kupang oleh bapak Hendrik Kore Ludji berkenaan dengan laporan yang di sampaikan bahwa bapak Daud Djara sudah murtad dari iman Pentakosta dan masuk Advent. Daud Djara segera berangkatk ke Kupang dan bertemu dengan Hendrik Kore Ludji Sebagai Gembala Senior. Ketika mereka bertemu terjadilah diskusi panjang yang hangat sepanjang hari-siang dan malam untuk beberapa hari lamanya dan pada akhirnya melalui pekerjaan Roh Kudus, bapak Hendrik menyerah kepada Guru Ilahi- Roh Kudus dan mengambil keputusan untuk belajar lebih lanjut. Tiba pada hari Minggu untuk berbakti, Daud Djara diundang oleh Hendrik Kore ludji untuk ikut berbakti dan menyampaikan pekabaran Tiga Malaikat kepada semua anggota jemaat yang berbakti dan yang belum mendengar pekabaran itu. Puji Tuhan, Semua anggota jemaat menyambut pekabaran itu ( kecuali 3 keluarga yang tidak bersedia ) dan mau bergabung dengan Gereja Advent. Mulai saat itu bapak Hendrik Kore Ludji dan jemaatnya sudah berbakti pada setiap hari Sabat dan tidak berbakti lagi pada hari Minggu. Daud Djara segera menyampaikan khabar baik itu kepada pendeta Alex Rantung, dengan pertolongan Tuhan KKR dilaksanakan oleh pendeta Alex Rantung bersama pdt. Petrus Balo selama 30 malam yang berlokasi di depan pasar Oesao pada bulan September/Oktober 1965. Puji Tuhan, pada akhir KKR 32 jiwa menyerahkan diri kepada Tuhan dan dibaptis di kali Oesao oleh Pdt. J.S. Maramis-ketua DNT dan Pdt. Charles Silalahi-Sekben DNT saat itu.
Nama-nama yang dibaptis adalah sebagai berikut:
- Hendrik Kore Ludji 12. Yakob Loni 23. Anderias Lado
- Simon Kore Ludji 13. Ruben Loni 24. Paulina Lado
- Edward Kore Ludji 14. Agustina Loni 25. Dina Rohi
- Welhelmina Kore Ludji 15. Daniel Riwu 26. Thomas Kase
- Antonia Kore Ludji 16. Carolina Riwu 27. Lina Bahas
- Maria Kore Ludji 17. Sarah Mira 28. Bernadus Kapitan
- Elisabeth Kore Ludji 18. Karel Hadjo 29. Ferdinan Amalo
- Markus Kore Ludji 19. Henderina Hadjo 30. Sarah Amalo
- Dorince Kore Ludji 20. Lukas Gia 31. Ruben Para
- Gamelial Loni 21. Lukas Djara 32. Melkias Abineno
- Paulina Loni 22. Helena Djara
Dengan anggota sebanyak 32 jiwa maka diorganisirlah Jemaat Oesao pada bulan Oktober 1965 oleh pdt. J.S. Maramis, ketua DNT saat itu. Gembala Jemaatnya adalah Pdt. Petrus Balo dan ketua jemaat adalah Hendrik Kore Ludji. Penganiayaan dialami oleh hamba Tuhan pdt. Petrus Balo yang menyebabkan giginya rontok oleh karna seorang saudara sepupu dari penganiaya dibaptiskan. Namun demikian jiwa terus bertambah di jemaat Oesao, dan sekarang ini telah melahirkan 5 jemaat baru dan satu cabagng SS, dan sebuah Sekolah Dasar yaitu:
- Jemaat Tetebudale
- Jemaat Tuatuka
- Jemaat Samaria – Lily
- Jemaat Naibonat
- Jemaat Eklesia – Lifubatu
- Cabang SS Nunkurus
- Sekolah Dasar Advent Oesao
Gembala jemaat yang pernah dan sedang melayani di jemaat Oesao dan sekitarnya:
- Petrus Balo ( 1965-1966 )
- Fredrik N. Sabuin (1966-1968, 2010- ? )
- J. Malonda (1968-1970 )
- Paringan TAmbuna (1970-? )
- Edward L. Manafe
- D.K. Sianipar
- Nahum Z. Nenoharan
- Desmon Silitonga
- Yusuf Kore Ludji ( 1981-1983, 1998-2000 )
- Jhony Gerungan
11.George N.E. Penna ( dua kali )
- Thomas Simbolon
- Titus Mulik – Jemaat Tuatuka dan Tetebudale
- Belnijio V. Freitas – Tuatuka dan Tetebudale
- Daniel Lay – Tuatuka dan Tetebudale
- Robert Bangngu
- A. Ginting
- Albert Toda
- Luis Janis
Ketua Jemaat yang pernah Melayani di jemaat Oesao
- Hendrik Kore Ludji
- Anderias Lado
- Simon Kore Ludji
- Herman Rihi Hina
- Ibrahim Loni
- Lukas Pa
- Mikael Djara
- Okto Loni
- Steven Kore Ludji








