Jakarta||mediakomkmt.com,Kamis, 5 Februari 2026 — Kepemimpinan yang sukses dalam gereja harus berakar pada kehidupan rohani yang kuat dan berfokus pada misi Allah. Hal ini disampaikan oleh Pdt. B. Sagala, Ketua Uni Indonesia Kawasan Barat, dalam sesi hari kedua Advisory Komunikasi BI Union.

Dalam pemaparannya, Pdt. B. Sagala menegaskan pentingnya pemahaman akan misi gereja berdasarkan Wahyu 14:6–12, sebagai mandat pemberitaan Injil di akhir zaman. Ia juga mengingatkan bahwa panggilan kepemimpinan merupakan pilihan Tuhan, bukan pilihan manusia, sebagaimana tertulis dalam Yohanes 15:16.
Menurutnya, pemimpin yang sukses adalah pemimpin rohani yang mampu menggerakkan orang lain sesuai dengan agenda Allah serta mempengaruhi bawahannya untuk melaksanakan rencana Tuhan. Pemimpin gereja juga dituntut memiliki karakter yang kuat, membawa perubahan positif, dan mampu menganalisis serta mencari solusi atas berbagai persoalan dalam pelayanannya.
Menanggapi tantangan Era Digital 4.0, Pdt. B. Sagala menyampaikan bahwa gereja perlu berani bertransformasi. Ia menilai bahwa lambatnya perkembangan penginjilan disebabkan masih banyak gereja yang melayani dengan pola lama, sementara dunia telah memasuki era digital yang terintegrasi.
Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis media digital sebagai sarana misi yang efektif untuk menjangkau masyarakat luas, termasuk mereka yang sulit dijangkau secara konvensional. Media digital, menurutnya, memiliki dampak positif dan menjadi alat penting dalam mendukung pelayanan Injil di masa kini.
Di akhir penyampaiannya, Pdt. B. Sagala menegaskan bahwa Injil tidak dapat dibatasi oleh waktu, tempat, maupun kondisi. Seluruh anggota gereja perlu dilibatkan dalam pelayanan misi, karena gereja adalah tempat pelatihan umat untuk mengabarkan Injil, sesuai firman Tuhan dalam Matius 24:14.
Rilis ini menegaskan bahwa kepemimpinan gereja yang alkitabiah, berfokus pada misi, dan adaptif terhadap perkembangan digital merupakan kunci keberhasilan pelayanan di era modern.(*Dk








