Mediakom KMT
Selamat Datang di mediakomkmt, Media Terupdate, Terpercaya dan Independen

Membangun Intergritas Melalui Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Agama Kristen adalah hal yang lebih mendasar bagi orang percaya, jika tidak dikatakan yang paling mendasar dibandingkan dengan pendidikan umum lainnya. Perbandingan tersebut dapat dilihat, sebagai-berikut. Di satu sisi, secara umum pendidikan dikatakan membentuk keseluruhan kepribadian seseorang dalam kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidupnya. Selanjutnya dalam SK Mendiknas No.008-E/U/1975 tentang konsep pendidikan umum tahun 2008 disebutkan bahwa pendidikan umum, yang wajib diikuti oleh semua siswa dan mencakup program pendidikan moral pancasila yang berfungsi bagi pembinaan warga negara yang baik. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan umum merupakan program pendidikan yang mengembangkan keseluruhan kepribadian siswa agar berpikir ilmiah dan mengelola emosi di landasi etika dan moral yang berfungsi membina. Sedangkan di pihak lain, Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah sebuah disiplin ilmu yang unik dalam dua hal. Pertama, ia mendasarkan dirinya pada firman Tuhan dalam alkitab. Kedua, dasar biblika untuk PAK menyediakan sebuah pemahaman yang holistik dan komprehensif tentang semesta dan menyediakan dasar bagi filsafat lainnya. Itu sebabnya Vanderven dalam Chris I. Nguru mengatakan bahwa “Christian education is always much more than any one philosophy of theory can describe / Pendidikan Kristen selalu lebih dari yang dapat dijelaskan oleh teori filsafat manapun.[1]

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Waterink dalam Chris I. Nguru mendefinisikan Pendidikan Agama Kristen sebagai berikut: “The forming of man into an independent personality serving God according to his world, able and willing to employ all his fellow-creatures, in every area of life in which man is placed by God /Pembentukan manusia menjadi pribadi yang mandiri dalam melayani Allah menurut firman-Nya, dapat dan mau memakai seluruh talenta yang diberikan Tuhan untuk hormat Tuhan dan untuk melayani sesama, dalam semua bidang kehidupan di tempat dimana ia ditempatkan oleh Allah.”[2]

Dengan demikian Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk menghasilkan manusia yang dapat menjadi teladan di tengah masyarakat yang majemuk dan global dalam gambaran Allah sesuai dengan Alkitab. Selanjutnya, Jhon Calvin menyatakan bahwa Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk mendidik putra-putri gereja agar mereka dilibatkan dalam penelaahan Alkitab secara cerdas dengan bimbingan Roh Kudus, dididik untuk mengambil bagian dalam kebaktian serta mencari keesahan gereja, dan diperlengkapi untuk mengabdikan diri kepada Allah demi kemuliaan-Nya sebagai lambang pengucapan syukur mereka yang dipilih dalam Yesus Kristus. Dimana Pendidikan Agama Kristen di sekolah bukanlah semata-mata untuk memenuhi tuntutan kurikulum yang telah di tetapkan, tetapi lebih jauh dari pada itu. Lewat Pendidikan Agama Kristen siswa dapat di harapkan berkembang terus dalam pemahaman tentang Allah dan menolong mereka supaya hidup sebagai murid Kristus.[3]

Berdasarkan perbandingan di atas maka dapat dikatakan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki tujuan yang sangat mendasar bagi siswa/siswi, anak-anak orang percaya dalam pengenalan akan Allah dan bagaimana hidup dalam ucapan syukur.

Tujuan pendidikan merupakan faktor utama yang hendak dituju dalam pencapaian pendidikan. Tujuan pendidikan adalah salah satu unsur pendidikan berupa rumusan tentang apa yang harus dicapai oleh anak didik, yang berfungsi sebagai pemberi arah bagi semua kegiatan pendidikan.[4]

Agar dapat mencapai tujuan dari Pendidikan Agama Kristen, khususnya tujuan instruksional, maka seorang guru harus memilih pendekatan pembelajaran secara tepat dan akurat. Pendekatan pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam ketercapaian hasil maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Dalam Pendidikan Agama Kristen, pendekatan pembelajaran merupakan sarana yang dapat membawa peserta didik dalam pengenalan kepada Tuhan Yesus dan firman-Nya. Sebagai seorang Kristen kita tahu apa tujuan pendidikan. Kita juga tahu apa yang seharusnya menjadi isi pendidikan. Akhirnya, kita tahu bahwa pendekatan yang benar-benar Kristen harus digunakan untuk memilih strategi dan metode mengajar berdasarkan isi pendidikan yang benar-benar Kristen.[5] Jadi, dengan demikian menjadi sangat jelas betapa pentingnya penentuan pendekatan pembelajaran sebagai prinsip dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran itu sendiri.

[1]Chris I. Nguru, Peperangan di Dunia Ide, (Kota Wisata Batu: CV Prabu Dua Satu, 2021), hal. 59

[2]Chris I. Nguru, Ibid., hal. 59

[3]Edwer Y. Dethan, Inti Pengajaran Agama Kristen (Yogyakarta: ANDI, 2018), hal. 9

[4]Goenable.wordpress.com/tujuan pendidikan, anak didik dan pendidik, isi dan alat pendidikan (dilihat pada 12/01/2021 pukul 16:34 wita).

[5]Louis Berkhof dan Cornelius Van Til, Dasar Pendidikan Kristen (Surabaya: Momentum 2010), hal.4-5

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *