Mediakom KMT
Selamat Datang di mediakomkmt, Media Terupdate, Terpercaya dan Independen
Berita  

“DiLepaskan Melalui Doa: GMAHK Daerah Nusa Tenggara Gelar 10 Hari Berdoa 2026

Kupang||mediakomkmt.com-Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Nusa Tenggara kembali menggelar Program 10 Hari Berdoa, sebuah agenda rohani tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun sebagai sarana pembaruan iman dan penguatan kehidupan rohani jemaat. Program yang berlangsung secara serentak di seluruh dunia ini menjadi momentum penting untuk mengawali tahun dengan doa, puasa, dan perenungan Firman Tuhan.

Setiap tahun, Program 10 Hari Berdoa mengusung tema khusus yang relevan dengan kebutuhan rohani umat. Beberapa tema yang pernah diangkat antara lain “Prioritas Iman” (2024), “Tetapi Ketika Anda Berdoa…” (2025), dan pada tahun 2026 mengangkat tema “Dilepaskan”, yang menekankan pembebasan rohani melalui kuasa doa dan karya Roh Kudus.

Program ini bertujuan membangkitkan kebangunan rohani pribadi dan gereja, mempererat persatuan umat Advent secara global, serta mempersiapkan jemaat untuk melayani dengan semangat misi yang baru. Melalui doa yang terarah dan kesatuan iman, gereja diajak untuk semakin bergantung sepenuhnya pada pimpinan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Pelaksanaan Program 10 Hari Berdoa Tahun 2026 berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut, yakni pada 7–17 Januari 2026. Berbagai kegiatan rohani dilaksanakan, termasuk ibadah doa pagi yang sebagian besar dilakukan secara daring melalui platform Zoom, yang diikuti oleh para pendeta dan jemaat dari wilayah daratan Timor hingga pulau-pulau di sekitarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, Pdt. A. Natty, Ketua GMAHK Daerah Nusa Tenggara, hadir sebagai pembicara dan menyampaikan harapannya agar setiap anggota jemaat mengalami pembaruan rohani yang nyata, hidup dalam kuasa Roh Kudus, serta siap melangkah dalam pelayanan dan misi sepanjang tahun dengan iman yang teguh dan hati yang bersatu.

Lebih lanjut, Pdt. Natty menegaskan bahwa Program 10 Hari Berdoa Tahun 2026 menjadi momentum rohani yang sangat bermakna bagi jemaat GMAHK Daerah Nusa Tenggara. Kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun ini membawa dampak nyata dalam pertumbuhan iman, pembaruan rohani, serta penguatan persatuan jemaat melalui doa, perenungan Firman Tuhan, dan persekutuan yang intens.

Sementara itu, perwakilan dari CSS Lengkosambi, Ibu Robeka Zeta, menyampaikan bahwa Sepuluh Hari Berdoa telah menolong jemaat membangun hubungan yang semakin dekat dan intim dengan Tuhan. Melalui doa yang tekun, persekutuan yang penuh kasih, serta kesadaran akan kuasa doa orang benar, jemaat mengalami pertumbuhan iman yang signifikan.

Menurutnya, program ini sangat membantu seluruh lapisan jemaat—mulai dari orang tua, kaum muda, hingga anak-anak—untuk semakin percaya dan bergantung kepada Tuhan. Jemaat juga semakin disadarkan akan kelemahan manusia serta kebutuhan mutlak akan pimpinan Roh Kudus. Pengalaman rohani selama Sepuluh Hari Berdoa dirasakan sangat mendalam dan menyentuh hati, bahkan disertai dengan bukti nyata jawaban doa Tuhan atas berbagai pergumulan hidup, khususnya dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam pesannya, Ibu Robeka Zeta menekankan bahwa Tuhan senantiasa mendengar dan menjawab doa umat-Nya. Kesabaran dan ketekunan dalam doa menjadi bagian penting dari kehidupan iman, sebab Tuhan memiliki rencana yang terbaik bagi umat-Nya. Ia berharap Program 10 Hari Berdoa ini menjadi fondasi awal perjalanan rohani yang lebih dalam dan intim bersama Tuhan sepanjang tahun 2026.

Dari wilayah Atambua, Bapak Alfred Bangngu, saat dihubungi oleh tim media melalui sambungan telepon oleh pendeta muda Hartono Outang, turut membagikan kesaksiannya. Ia menyampaikan bahwa selama mengikuti Sepuluh Hari Berdoa, dirinya merasakan kedekatan yang semakin erat dengan Tuhan. Ia berpesan agar semangat doa yang telah dibangun tidak berhenti hanya selama sepuluh hari, melainkan terus dilanjutkan dalam kehidupan doa pribadi setiap hari.

Kesaksian serupa juga disampaikan oleh Jemaat Marturia Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Mereka menilai bahwa Program 10 Hari Berdoa Tahun 2026 merupakan waktu yang sangat berharga untuk kembali merendahkan diri di hadapan Tuhan. Melalui doa yang sungguh-sungguh dan penguatan Firman Tuhan, jemaat diingatkan bahwa kekuatan sejati gereja bukan terletak pada kemampuan manusia, melainkan pada ketergantungan penuh kepada Tuhan.

Doa-doa yang dinaikkan secara bersama-sama telah meneguhkan iman, mempererat persatuan hati jemaat, serta membangkitkan kembali semangat pelayanan. Jemaat belajar menyerahkan setiap pergumulan hidup, keluarga, pekerjaan, serta masa depan gereja ke dalam tangan Tuhan, dengan keyakinan bahwa Tuhan setia memimpin langkah umat-Nya.

Jemaat Marturia juga menyatakan bahwa kehadiran Roh Kudus dirasakan secara nyata selama rangkaian Sepuluh Hari Berdoa. Hati yang lelah dikuatkan, iman yang mulai redup kembali dinyalakan, dan hubungan antarjemaat semakin dipererat dalam kasih Kristus. Program ini kembali menegaskan bahwa doa bukan sekadar kegiatan gereja, melainkan napas kehidupan rohani jemaat.

Melalui Program Sepuluh Hari Berdoa Tahun 2026, diharapkan seluruh jemaat GMAHK terus hidup dalam doa, kesatuan, dan pelayanan yang setia, serta berjalan dalam pimpinan kasih Tuhan sepanjang tahun 2026 dan seterusnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, setiap gereja akan melaksanakan ibadah syukur dan ramah tamah bersama seluruh anggota jemaat, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan selama Sepuluh Hari Berdoa. (*Dk)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *