JAKARTA, mediakomkmt.com — Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto, Kamis (20/2) sekitar pukul 09.30 WIB melantik secara resmi 961 kepala daerah, baik Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota seluruh Indonesia hasil Pilkada 2024 di Istana Merdeka, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat.
Presiden dalam amanatnya usai melantik secara serentak para kepala daerah mengingatkan, atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa para kepala daerah yang dipilih adalah pelayan dan abdi rakyat. Karena itu, para kepala daerah harus membela kepentingan rakyat.
“Atas nama negara dan bangsa Indonesia, bahwa saudara dipilih (maka) saudara adalah pelayan rakyat, saudara adalah abdi rakyat. Saudara harus membela kepentingan rakyat, berjuang untuk perbaikan hidup mereka. Itu adalah tugas kita,” ujar Presiden melalui laman YouTube Sekretariat Presiden yang disiarkan langsung dari Istana Merdeka dan dikutip mediakomkmt.com di Jakarta, Kamis (20/2).
Dari 961 kepala daerah itu, ada juga
Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2025-2030.
Pelantikan massal ini meliputi 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, serta 85 wali kota dan 85 wakil wali kota.
Prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres) dan Keputusan Menteri Dalam Negeri.
Presiden melantik enam perwakilan kepala daerah masing-masing mewakili enam agama yang berbeda. Mereka adalah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Islam), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Katolik), Wali Kota Singkawang Tjhau Chui Mie (Budha), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Hindu), Wali Kota Manado Andrei Angouw (Konghucu), dan Bupati Merauke Yoseph P Gebze (Protestan).
Pelantikan ini berdasarkan Keppres Nomor 15P dan 24P Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan 2025-2030, yang dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kemensetneg, Nanik Purwanti.
Sementara itu, Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-1719 Tahun 2025 yang mengesahkan pengangkatan kepala daerah tingkat kabupaten dan kota dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.
“Bersediakah saudara-saudara mengucapkan sumpah janji sesuai agama masing-masing?” ujar Prabowo. “Bersedia,” ucap para kepala daerah.
Prabowo kemudian memimpin pengambilan sumpah jabatan para kepala daerah. Berikut bunyi sumpah jabatan yang diucapkan para kepala daerah:
“Saya bersumpah/berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, sebagai wakil bupati, sebagai walikota , sebagai wakil walikota dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” demikian bunyi sumpah tersebut.
“Semoga Tuhan menolong saya,” kata kepala daerah beragama Kristen dan Katolik menutup sumpahnya.
Saudara harus bela kepentingan rakyat, menjaga kepentingan rakyat kita. Saudara harus berjuang melakukan perbaikan hidup mereka, itu tugas kita,”ujarnya.
Dia menekankan meski semua orang yang menjadi pimpinan daerah berasal dari latar belakang yang berbeda, dia menekankan semua tetaplah keluarga besar Nusantara.
“Meski berasal dari partai dan agama berbeda, tapi kita lahir di keluarga besar Nusantara, keluarga besar RI, keluarga besar Merah Putih. Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.(*Dk












