Masape||mediakomkmt.com- Resmi Berdiri sebagai Jemaat ke-101 Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Daerah Nusa Tenggara
Masape, Nusa Tenggara Timur– Sejarah baru kembali terukir dalam perjalanan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di Daerah Nusa Tenggara. Cabang Sekolah Sabat Masape kabupaten Alor kini resmi ditingkatkan statusnya menjadi Jemaat Masape, menjadikannya jemaat ke-101 di wilayah pelayanan ini berdasarkan hasil keputusan rapat Adcom nomer:107.1/Adcom/GMAHK-DNT/V-2025, jumat(15/08/2025)
Peresmian bersejarah ini dilaksanakan dalam suasana penuh sukacita,dihadiri dalam acara ini adalah Hamba Tuhan Pdt. Sugih Siorus ( Ketua GMAHK UIKB) dan istri dan Pdt. M.M.W. Ataupah (Ketua GMAHK Daerah Nusa Tenggara) dan istri. Kehadiran para hamba Tuhan ini membawa suasana hangat dan sukacita karena ini merupakan pertama kalinya keempat hamba Tuhan ini menginjakkan kakinya di Masape, Desa Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Selatan.
Bersamaan dengan itu untuk menambah kehangatan dan sukacita maka hadir juga Ketua Distrik GMAHK Distrik Alor Pdt. E. Haba dan Istri dan Gembala Jemaat Kalabahi yang menjadi jemaat induk dari pada CSS Masape Pdt. P. Fobia dan Istri juga ketua jemaat Kalabahi dan Diaken. Sebuah sukacita yang amat besar dimana Orang tua Terkasih Bapak Fredik Talesu beserta dengan anak-anak, menantu dan Cucu juga turut hadir dan menyaksikan acara ini. Ada pun tamu undangan yang turut hadir yaitu para Pendeta GMIT di Desa Klasis Barat dari Gereja GMIT Imanuel Lamia Pdt. Ardi Koba dan Gereja EBENHAEZER GMIT Baifui Pdt. Yunesti Nubatonis beserta dengan Kepala Desa Klasis Barat Imanuel D. Maupada juga semua tokoh-tokoh Adat di desa ini untuk menghadiri acara pengorganisiran CSS Masape menjadi jemaat sebagai wujud toleransi antarumat beragama.
Acara mulai tepat pukul 11:00 WITA Semua anggota Jemaat dan tua-tua Adat serta tamu undangan berdiri berbaris dengan rapih dan menyambut para pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh UIKB dari Jakarta dan Daerah Nusa Tenggara serta rombongan dari Kalabahi dan Moimol.
Rombongan memasuki tempat acara sebelumnya di sambut oleh kelompok lego-lego yang di pimpin oleh tua-tua Adat dan mengajak para pimpinan untuk mengikuti tarian lego-lego sekitar 3 menit sebagai tanda ucapan selamat datang dan menjadi bagian dari adat Alor. Lego-lego adalah tarian tradisional adat Alor untuk menyambut tamu dan merupakan ucapan Syukur kepada Tuhan lewat lantunan lagu menggunakan Bahasa daerah setempat.
Para pimpinan dan rombongan akhirnya memasuki tempat acara dan sebelum menempati tempat yang tersedia maka terlebih dahulu di kalungkan kain salempang khas Alor sebagai ucapan terima kasih dan selamat datang.
Acara ibadah di mulai tepat pukul 11:25 yang dipandu oleh Gembala Jemaat Masape yaitu Pdtm. Vandolson Mulik.
- Lagu buka dalam Lagu Sion Edisi Lengkap Nomer 302 (Tetap Pertahankan Benteng)
- Doa buka oleh Pdt. Eliazer Haba
- Pembacaan Keputusan Adcom oleh : Pdt Eliazer Haba
- Pembacaan Sejarah Gereja oleh Pdtm. Vandolson Mulik
- Pembentukan tenaga inti oleh Pdt. M. M. W. Ataupah
- Menerima anggota Jemaat oleh anggota inti
- Pengulangan 28 Dasar Ajaran dipandu oleh Pdt. Paulus Fobia
- Lagu Pujian Oleh Pemuda dan anak-anak jemaat Masape
- Membentuk panitia pemilih oleh Pdtm. Vandolson Mulik
- Pemilihan pegawai Jemaat oleh Pdt. M.M.W. Ataupah, Pdt. P. Fobia & Pdtm. Vandolson Mulik
- Pengurapan Ketua jemaat oleh Pdt. Sugih Sitorus
- Pengurapan Diaken/nes oleh Pdt. M.M.W. Ataupah.
Khotbah pengorganisasian oleh Pdt. Sugih Sitorus dengan judul Persatuan dan Kesetiaan merupakan motivasi serta tantangan yang disampaikan oleh hamba Tuhan Pdt. S. Sitorus untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana kebenaran Firman Tuhan harus tetap dipertahankan apapun yang terjadi dalam hidup kita dan akan terus diwariskan kepada anak cucu untuk menjaga obor kebenaran ini tetap menyala sampai Tuhan Yesus datang. Sorga adalah tempat idaman semua anak Tuhan itulah sebabnya kita harus setia dan kita harus ke surga. Tantangan juga diberikan oleh hamba Tuhan kepada Jemaat untuk tetap setia dan menginjil karna dunia ini bukanlah tempat asal kita. Jemaat dan Pendeta harus bekerja sama dan memupuk kekompakan untuk tetap bersinergi dalam pelayanan,”tuturnya.
Dalam sambutannya, Ketua Jemaat Terpilih, Ibu Agustina Eda Maupada, dari awal mendengar kabar tentang penetapan waktu organisir yang dipercepat,hampir putus asa namun semangat kebersamaan memberikan dorongan serta menegaskan bahwa semua persiapan dapat terlaksana berkat pertolongan Tuhan dan dukungan masyarakat sekitar. “Tuhan Yesus sungguh ajaib dan luar biasa,” ujarnya.
Gembala Jemaat, Pdtm. Vandolson Mulik, menyoroti indahnya persaudaraan di Masape. “Masyarakat saling bahu membahu dalam kegiatan gereja, tanpa memandang perbedaan denominasi, tetapi dari kacamata persaudaraan,” tuturnya.
Sementara itu, Orang Tua Gereja, Bapak F. Talesu, menyampaikan rasa bangga. “Setelah 28 tahun, Masape yang dahulu anak dari Kalabahi kini sudah menjadi induk dan siap melahirkan anak-anak rohani lainnya,” katanya haru.
Ketua Daerah Gereja Masehi Advent Daerah Nusa Tenggara, Pdt. M.M.W. Ataupah, menyatakan apresiasi kepada jemaat dan masyarakat. “Di tempat yang tidak kita sangka, ternyata ada umat Tuhan. Inilah keajaiban-Nya. Jemaat Masape kini resmi menjadi jemaat ke-101,” tegasnya.
Kepala Desa Kelaisi Barat, Bapak Imanuel D. Maupada, juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan pimpinan gereja. “Kami berharap bapak-ibu pimpinan dapat kembali berkunjung ke Masape,” ujarnya.
Suasana penuh haru dan syukur terasa ketika plakat peresmian dibuka secara resmi. Jemaat yang sebelumnya berstatus Cabang Sekolah Sabat itu kini sah berdiri sebagai jemaat mandiri yang siap melaksanakan misi pelayanan, pendidikan, dan penginjilan di tengah-tengah masyarakat Masape dan sekitarnya.
Prosesi dimulai dengan penandatanganan prasasti, yang pertama dilakukan oleh Pdt. S. Sitorus, Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB), disusul oleh Pdt. M.M.W. Ataupah, Ketua GMAHK Daerah Nusa Tenggara. Penandatanganan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh jemaat dan undangan yang hadir, sebagai simbol pengakuan dan sukacita bersama.

Selanjutnya, momen bersejarah terwujud dalam pembukaan selubung papan nama gereja. Acara dipimpin oleh Pdt. P. Fobia, dengan penarikan selubung dilakukan bersama oleh Pdt. Sitorus dan Istri, Pdt. Ataupah dan Istri, Opa F. Talesu, serta para pendeta. Keharuan dan kegembiraan terlihat jelas ketika papan nama “Jemaat Masape” resmi terpampang, menandai identitas baru bagi jemaat.
Usai peresmian, dilakukan foto bersama di depan papan nama gereja sebagai kenangan bersejarah. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa ramah tamah yang dipimpin oleh Pdt. P. Fobia, sebelum seluruh hadirin menikmati makan siang bersama dalam suasana penuh persaudaraan dan sukacita.

Kegiatan ditutup dengan acara sayonara, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Peristiwa ini bukan hanya tonggak pertumbuhan organisasi gereja, tetapi juga bukti nyata persatuan antara jemaat, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung pelayanan rohani di wilayah Masape. (*Dk












