Arnau Wetar||mediakomkmt.com-Sebuah tonggak sejarah iman terukir di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya. Dalam sebuah upacara khidmat dan penuh sukacita, Jemaat Kanaan Arnau resmi berdiri sebagai jemaat ke-102 dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) di wilayah Nusa Tenggara.
Peresmian ini bukan sekadar pengesahan administratif, tetapi merupakan puncak dari sebuah perjalanan iman yang dimulai sejak tahun 1978 oleh seorang ibu sederhana bernama Yosina Albertus, bersama lima anaknya: James, Sofia, Maria, Yeni, dan Stevanus Hatalemu. Tanpa gedung gereja atau fasilitas pendukung, mereka memulai ibadah di ruang tamu rumah sendiri, menjadikan rumah itu sebagai tempat pertama penyebaran pekabaran Advent di Desa Arnau.
“Ibu Yosina bukan hanya membawa anak-anaknya, tetapi juga membawa terang harapan ke tempat ini,” ujar seorang anggota jemaat yang kini terlibat aktif dalam pelayanan.
Meski hidup dalam keterbatasan dan isolasi geografis, iman keluarga ini tak pernah surut. Benih yang mereka tanam perlahan tumbuh menjadi komunitas iman yang kini telah diakui secara resmi sebagai jemaat.
Suasana Haru dan Kekeluargaan di Hari Bersejarah
Acara pengorganisasian resmi Jemaat Kanaan Arnau digelar pada Selasa, 16 September 2025 pukul 16.00 WIT, dipandu oleh Arnol Maupula sebagai MC. Acara berlangsung dengan khidmat, haru, dan penuh persaudaraan lintas iman.
Hadir dalam acara ini:
Pdt. D. Kana Djo (Direktur SS/PP/Komunikasi Daerah Nusa Tenggara) bersama istri,
Pdt. D. Ataupah (Direktur PA Daerah Nusa Tenggara) bersama istri,Bapak Beni Laoh serta dukungan umat- umat Advent dari Jemaat Patmos Hiay,Iliputy dan Cabang Sekolah Sabat Lurang.
Kepala Desa Arnau, Bapak Rizar Rano Frans bersama istri dan perangkat desa,
Perwakilan Wakil Pendeta GPM Arnau,Agustinus Samadara, tokoh adat Saneri, serta para undangan lintas agama.Kehadiran para hamba Tuhan ini membawa kenangan istimewa karena Pdt. Kana Djo pernah menggembalakan jemaat ini pada tahun 1999–2002.
Rangkaian Kegiatan Sakral dan Penuh Makna
Acara dimulai dengan lagu pembuka Sion Edisi Lengkap No. 302, dilanjutkan dengan doa oleh Pdtm. Vendo Lanjen. Beberapa agenda penting lainnya:
Pembacaan keputusan Adcom oleh Pdt. Kana Djo
Pembacaan sejarah gereja oleh Pdtm. Arneldi Yosua Runesi
Pembentukan tenaga inti jemaat
Pengulangan 28 Dasar Ajaran Advent oleh Pdt. Ataupah
Puncaknya adalah khotbah pengorganisasian oleh Pdt. Kana Djo dengan tema:
“Bertumbuh Menjadi Tubuh Kristus yang Hidup” (Efesus 4:15-16)
Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa gereja bukan sekadar bangunan, melainkan tubuh Kristus yang hidup—di mana setiap anggotanya dipanggil untuk melayani, membangun, dan bertumbuh bersama dalam kasih. Ia juga mengajak jemaat mendukung program pemerintah sebagai bentuk ketaatan iman, serta menghindari demonstrasi dan memilih jalan doa dalam menyikapi persoalan bangsa.
Sambutan Penuh Makna dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Arnau, Bapak Rizal Rano Frans, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan berdirinya jemaat ini. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah desa untuk merangkul semua warga, tanpa membeda-bedakan.
“Katong bisa jadi desa yang kuat dan maju ketika katong bersatu. Lain topang lain, lain hormati lain—di situlah kekuatan kita sebagai satu saudara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan selama masa jabatannya dan membuka pintu diskusi terkait rencana pembangunan gedung gereja di masa depan.
Puncak Acara: Pengungkapan Identitas Jemaat

Momen paling mengharukan terjadi saat pembukaan selubung papan nama gereja bertuliskan “Jemaat Kanaan Arnau”. Disaksikan oleh seluruh jemaat, para undangan, dan tokoh masyarakat, peristiwa ini menandai pengakuan resmi atas identitas dan eksistensi rohani jemaat Advent di Arnau.
Setelah itu, dilangsungkan foto bersama, doa ramah tamah yang dipimpin perwakilan GPM Bapak Agustinus Samadara dan makan sore bersama dalam suasana kekeluargaan dan penuh sukacita.
Acara diakhiri dengan sayonara, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.
Lebih dari Sebuah Peresmian

Peristiwa ini bukan sekadar peresmian gereja baru, melainkan penggenapan janji iman yang telah ditabur puluhan tahun lalu oleh seorang ibu dan anak-anaknya. Jemaat Kanaan Arnau kini berdiri sebagai wujud nyata dari ketekunan, pengharapan, dan kasih Tuhan—serta menjadi simbol persatuan antara gereja, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun kehidupan rohani yang harmonis di pelosok negeri.
Selamat untuk Jemaat Kanaan Arnau – Jemaat ke-102 GMAHK di Daerah Nusa Tenggara. Tuhan memberkati pelayanan dan pertumbuhanmu ke depan.Dan mohon dukungan doa untuk kelanjutan pembangunan Gereja karena saat ini anggota jemaat masih menggunakan Rumah Kediaman Keluarga Bapak Oyang Maromon sebagai tempat ibadah.(* Dk












