Mediakom KMT
Selamat Datang di mediakomkmt, Media Terupdate, Terpercaya dan Independen
Agama  

Dipanggil Bukan Karena Hebat,Tapi karena Setia” 7–8

Pendahuluan

Setiap orang pasti mengalami masa sulit,kehilangan arah, atau menghadapi tembok tembok yang runtuh baik secara rohani, emosional, atau dalam kehidupan nyata.Kitab Nehemia adalah kisah tentang seorang pemimpin yang di pakai Tuhan untuk memulihkan bangsanya dan membangun kembali tembok Yerusalem.

Kitab Nehemia bukan hanya tentang pembangunan tembok Yerusalem, melainkan juga tentang pembangunan rohani umat Tuhan. Dalam pasal 7 dan 8, kita melihat dua aspek penting: identitas umat dan kebangunan rohani. Buku ini akan menggali makna teologis, historis, dan praktis dari kedua pasal tersebut untuk diaplikasikan dalam kehidupan umat percaya masa kini.

Latar Belakang Sejarah

  1. Iman yang kuat

Kitab Nehemia pasal 7, tidak menyebut secara spesifik tentang iman Nehemia,tetapi Nehemia menujukkan Iman yang kuat dalam melaksanakan tugasnya.

  1. Doa yang Tekun

Nehemia tekun berdoa dan meminta petunjuk Tuhan dalam melaksanakan tugasnya

  1. Ketergantungan pada Tuhan

Nehemia menyadari bahwa kebarhasilan pembangunan kembali tembok Yerusalem,tidak hanya bergntung pada kemampuan manusia, tapi juga pada kehendak Tuhan

“Nehemia berdoa dengan sungguh-sungguh dan tekun, meminta Tuhan untuk mendengar dan menjawab doanya. Ia tidak hanya meminta Tuhan untuk memberikan keberhasilan,tetapi juga  meminta Tuhan untuk memberikan hikmat dan kekuatan melaksanakan tugas yang sulit.

(Prophets and kings, hlm 636).  

Bab 1: Inventarisasi dan Identitas Bangsa (Nehemia 7)

Nehemia 7 dimulai setelah tembok Yerusalem selesai dibangun. Sebuah pencapaian besar secara fisik, tetapi Nehemia menyadari bahwa pembangunan fisik harus disertai dengan pembangunan komunitas. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengangkat pemimpin yang takut akan Tuhan dan setia—Hanani dan Hananya. Ini menunjukkan pentingnya kepemimpinan rohani yang memiliki integritas.(Ayat 2) pemimpin rohani dan sosial harus dipilih berdasarkan karakter, bukan hanya kemampuan.

Selanjutnya, Nehemia mencatat daftar nama-nama orang yang kembali dari pembuangan Babel. Daftar ini merujuk pada daftar yang sudah ada sebelumnya, yaitu zaman Zerubabel. Pencatatan ini bukan hanya administratif, tetapi menunjukkan pentingnya identitas, warisan rohani, dan kesinambungan bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan.

Nehemia ingin memastikan bahwa bangsa Israel mengenal asal-usul mereka, mengetahui tempat mereka dalam sejarah Allah, dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai bagian dari komunitas kudus. Dalam konteks modern, ini mengajarkan pentingnya sejarah gereja, silsilah rohani, dan komunitas iman.

Inventarisasi ini mencakup:

  1. Pemimpin-pemimpin awal yang kembali
  2. Jumlah dan asal-usul keluarga
  3. Para imam, orang lewi,penayanyi,penunggu pintu gerbang, budak Bait Allah
  4. Jumlah hewan peliharaan(ayat 68-69)

Krisis identitas (ayat.61-64)

Beberapa orang tidak dapat menunjukkan silsilah mereka,imam-imam yang tidak ditemukan dalam daftar disuruh tidak melayani sampai ada konfirmasi melalui Urim dan Tumim. Identitas rohani dan legal penting dalam pelayanan karena ketidakjelasan identitas bisa menjadi penghambat.

Inventarisasi bukan sekedar data,tapi bentuk pengakuan akan identitas dan keterlibatan umat Allah. Identitas spiritual dan komunitas harus dipulihkan dan ditata ulng setelah masa kehancuran,pentingnya kepemimpinan yang takut akan Tuhan, keterlibatan masyarakat, dan partisipasi dalam pekerjaan Allah.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *