SEJARAH GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH DAERAH NUSA TENGGARA
PERINTISAN DAN PENGEMBANGANNYA
Segala puji dan hormat bagi nama Tuhan Pencipta dan Penebus kita yang dengan kuasa dan kasih Karunia-Nya melalui para hamba Tuhan telah merintis dan memulai pekerjaan Tuhan di Daerah Nusa Tenggara, dan telah berkembang hingga saat ini sudah ada 88 mata jemaat, 7 buah Sekolah dasar, 5 buah Sekolah menengah Pertama, 2 Sekolah Menengan Kejuruan dan 1 Sekolah Menengan Kejuruan, dan juga dua buah Klinik.
Gereja Masehi Advent Haretujuh Daerah Nusa Tenggara berada dan melayani di dua Propinsi, yaitu di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan sebagaian kecil di Propinsi Maluku. Adapun pulau-pulau yang sudah dimasuki oleh pekabaran Tiga Malaikat yaitu: Pulau Timor, Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Adonara, Pulau Rote, Sabu Raijua, dan pulau Semau ( Propinsi Nusa Tenggara Timur), Pulau Kisar, Pulau Wetar ( Propinsi Maluku ).
Terobosan Pertama.
Pekabaran Tiga Malaikat masuk di Nusa Tenggara, tepatnya di pulau Timor pada tahun 1932 oleh seorang Penginjil Literatur dari Australia membawa dan menjual buku-buku Pertandaaan Zaman, buku-buku kesehatan dan buku-buku Rohani. Tidak lama kemudian ia kembali ke Australia dan tidak ada tindak lanjut sesudah itu.
Namun demikian ada seorang putra Sabu bernama Moru Lodo yang sudah menjadi anggota GMAHK berangkat ke Singapura untuk belajar di Seminari. Pada Tahun 1934 ia diutus menjadi Guru Injil ke Kupang ( Timor ), namun sangat disayangkan usahanya untuk meyakinkan keluarganya tidak membawakan hasil karna ia mendapatkan pertentangan yang begitu keras dan penolakan, sehinga ia meninggalkan pulau timor dan kembali ke Jawa.
Terobosan kedua
Lama sesudah Lodo meninggalkan Timor tidak ada seorangpun yang datang ke Timor untuk memberitakan Injil, seakan-akan pekerjaan ini mengalami kegagalan, namun demikianTuhan tidak pernah gagal. Pada tahun 1948 dua orang mahasiswa dari Perguruan Tinggi Advent Bandung datang di Kupang untuk mencari beasiswa melalui penjualan buku-buku. Atas tuntunan Tuhan kedua mahasiswa yang bernama Lego dan Abdul Kadir bertemu dengan bpk. N.N. Riwu Jeru seorang tukang pangkas dan ia membeli sebuah majalah Pertandaan Zaman. Bpk. N.N. Riwu Jeru memperkenalkan kedua mahasiswa tersebut kepada bpk. Thomas Ludji Talo, dan bpk. Ludji Talo membeli sebuah buku yang berjudul Saksi Kebenaran. Pada tahun 1949 terbentuklah sebuah kelompok kecil untuk belajar Firman Tuhan yang dipimpin oleh Abdul Kadir dan mereka menggunakan buku Saksi Kebenaran itu sebagai penuntun belajar Firman Allah. Dengan semangat rohani yang tinggi bpak. Riwu Jeru dan bpk Ludji Talo mulai mengumpulkan lagi sudara-saudara lainnya untuk belajar Firman Tuhan, yang bertempat di Mapoli, kelurahan Airnona.
Baptisan Pertama.
Sampai pada akhir tahun 1949 belum ada baptisan di Timor, barulah pada tahun 1951 ada dua Pengkhotbah keliling dari Amerika yaitu: pdt. Detamore dan pdt. Turner mengadakan KKR di kota Kupang dan dengan tuntunan Roh Kudus ada 18 jiwa yang menyerahkan diri kepada Tuhan melalui baptisan yang di lakukan oleh pdt. Samuel Rantung dari Makasar sebagai ketua Daerah Selawesi Selatan pada tanggal 16 Mei 1951. Nama-nama yang di baptis pertama antara lain: N.N. Riwu Jeru, Ny. Riwu Jeru, Thomas Ludji Talo, Ny. Ludji Talo, Agus Ludji Talo, R. Djula, Ny. Djula-Ludji Talo, Djami Tuka, Chornelis Dima, Rehabeam Bangngu, Iklopas Christian, Yakob Otttemoesoe, H.H.J. Ottemoesoe
Bpk. Bangngu Radja, Eli Mangi, Petrus Ballo.
Baptisan kedua.
Setahun kemudian, tahun 1952 KKR kedua diadakan ladi di kota Kupang oleh pdt. Detamore dan pdt. Turner, dan dengan Tuntunan Roh Kudus 13 jiwa menyerahkan diri kepada Tuhan melalui baptisan yang di laksanakan oleh pdt. Brodeur dan pdt. Wickwire. Nama-nama yang dibaptis adalah: Yakob Lomi, Ny. N. Lomi, Matheos Lomi. B.G. Saerang, Matheos Wulang, Ny. H. Wulang, Anaci Wulang,Enggelina Wulang, Merry Wulang, Rachel Wulang, Bpk. Sine,Taroci Sine, Naema Sine, Karel Hede.
Beberapa bulan kemudian salah satu pengunjung KKR tersebut diatas yang bernama Cornelius Taebenu asal Amarasi Menyerahkan diri dan di baptiskan bersama istrinya pada tanggal16 Mei 1952. Sejak saat itu sampai tahun 1956 jiwa-jiwa dipertambahkan oleh Tuhan kedalam gereja, dan mereka dengan dorongan Roh Kudus pergi ke kampung halamannya untuk menyampaikan pekabaran Tiga Malaikat. Bapak N.N. Riwu Jeru memulai Pekerjaan Injil di Takari, bapak Cornelius Taebenu Ke Amarasi di kampung Poti, Bapak Yosias Radja Ke Sabu, dan Yakob Kelendonu bersama Samuel Mali ke Alor.
Pekabaran Tiga Malaikat Masuk Amarasi.
Dengan semangat rohani dan kerinduan untuk keselamatan jiwa-jiwa, bapak Cornelius Taebenu
( Mertua dari pdt. A.M. Kalumbang ) kembali ke kampungnya yaitu di desa Poti, kecamatan Amarasi bertemu dan menyampaikan khabar Selamat kepada keluarganya di desa Poti. Selama tiga bulan mereka belajar Firman Tuhan dengan penuh antusias walaupun banyak tantangan dari saudara-saudara yang lain tidak mengendorkan semangat mereka untuk mencari kebenaran Tuhan.
Setelah tiga bulan belajar 9 jiwa mengambil keputusan untuk di baptis pada tanggal 29 Oktober 1953 sebagai buah sulung yaitu: Mikael Fina, Agusten Taebenu, Carolina Taebenu, Siluanus Taebenu dan Istri, Lasarus Fina dan Istri, Fredrik Fina, Yunias Fina. Baptisan dilaksanakan oleh Pendeta Samuel Rantung di Kupang. Setelah selesai baptisan kesembilan jiwa yang baru menerima baptisan bersama bapak Kornelius Taebemu kembali ke Poti- Amarasi, dan setelah tiba di desa Oekabiti ( 4 km sebelum desa Poti ) mereka langsung dihadang oleh kelompok penentang kebenaran, mereka diancam dan di pukul. Dan juga setibanya di kampung Poti, mereka juga mendapat tantangan yang berat. Semangat mereka untuk menginjil terus berkobar, pada siang hari mereka bekerja membersihkan kebun secara gotong royong, dan pada malam hari mereka belajar Firman Tuhan, dan hasilnya 9 jiwa dibaptis oleh Pdt. F. Pasuhuk pada gelombang kedua, yaitu pada bulan Maret 1954. Walaupun 9 jiwa yang baru di baptis di aniaya oleh keluarga mereka, mereka tidak gentar dan terus menginjil lalu menysul 20 jiwa lagi dipaptis oleh pendeta K. Mandias pada gelombang ketiga dan keempat. Segera Setelah baptisan gelombang pertama dilaksanakan, maka diorganisirlah kumpulan orang percaya itu menjadi satu mata baru yaitu jemaat Poti pada tahun 1953.
Pengembangan Selanjutnya.
Bapak Cornelius Taebenu tidak hanya menginjil di Poti, namun Roh Kudus menuntunnya untuk menginjil ke desa tetangga yaitu Nunka ( 3 km dari Poti ) dan dengan pertolongan Tuhan 4 jiwa dibaptiskan pada tanggal 21 Nopember 1955 Yaitu: Albert Rakmeni, Saul Rakmeni, Yosaafat Rakmeni, dan Rispa Rakmeni. Setahun kemudian (1956) Samuel Rakmeni dan Ester Rakmeni ( suami istri ) di baptiskan. Sangat disayangkan karna 4 jiwa yang dibatis pertama semuanya meninggalkan kebenaran, tapi Puji Tuhan Samuel Rakmeni dan istri ( orang tua dari pendeta SP. Rakmeni dan pdt. Agusten Rakmeni ) mereka tetap setia sampai akhir hayatnya, dan Pada tahun 1960 Albert Rakmeni dan Yosafat Rakmeni ( kakak beradik ) kembali bertobat dan tetap setia sampai akhir hidupnya. Pada tahun 1961 pdt. J.A. Raranta ketua DNT mengadakan baptisan gelombang kedua yaitu: Herman Notty, Aranci Notty, Belendina dan Daniel Rakmeni. Jiwa terus bertambah di Nunka, maka pada tanggal 01 Mei 1964 Cabang SS Nunka yang dipimpin oleh sdr. Mikael Fina dari jemaat Poti diorganisir menjadi satu mata jemaat baru, yaitu jemaat nunka dengan jumlah anggota baptisan 28 jiwa. Pengorganisiran dipimpin oleh Pdt. J.S. Maramis-Ketua DNT. Dengan Demikian di Amarasi sudah ada dua jemaat yaitu jemaat Poti dan jemaat Nunka. Kedua jemaat ini yang digembalakan oleh pdt. A. Rantung yang di bantu oleh pdt. Titus Taebenu ( waktu itu sebagai guru Injil ) terus melayani dan menginjil dan mendapat dukungan penuh oleh kaum awam.
Inilah nama-nama anggota jemaat Nunka yang pertama setelah diorganisir:
- Samuel Rakmeni 2. Ester Rakmeni 3. Tamar Rakmeni 4. Albert Rakmeni
- Rosina Rakmeni 6. Mikael Rakmeni 7. Taroci Noty 8. Salomi Rakmeni
9.Herman Noty 10. Aranci Noty 11. Belendina Rakmeni 12. Daniel Rakmeni
- Chornalius Noty 14. Simson Noty 15. Reymoti Rakmeni 16. Pilmon Rakmei
- Soleman Rakmeni 18. Ayub Rakmeni 19. Daud Rakmeni 20. Pitronela Kapitan
- Mateos Rakmeni 22. Abraham Ataupah 23. Urbanus Nenoharan 24. Adrian Ataupah
- Marince Noty 26. Martinus Nenoharan27. Christiana Ataupah 28. Ester Kapitan
Pelayanan dan pengutusan Kaum Awam.
Segera setelah Cabang SS Nunka diorganisir menjadi satu mata jemaat, maka diutuslah beberapa anggota jemaat untuk melayani dan membuka cabang SS di berbagai tempat di kecamatan Amarasi,
Seperti yang tertera dibawah ini:
- Tahun 1964 Daniel Rakmeni melayani perkumpulan di Tuamese yang sekarang menjadi jemaat
Nekmese dan Jemaat Foasa.
- Tahun 1965 Yosafat Rakmeni Membuka dan melayani cabang SS Binoni yang sekarang menjadi
Jemaat Binoni sebagai jemaat induk untuk distrik Amarasi Timur yang terdiri dari 8 jemaat yaitu:
- Jemaat Binoni, 2. Jemaat Tubu, 3. Jemaat Apren, 4. Jemaat Siuf, 5. Jemaat Buka, 6. Jemaat
Muikmasi, 7. Jemaat Oemoro, 8. Jemaat Oemofa.
- Tahun 1966 Pilmon Rakmeni dan Simson Noty membuka dan melayani cabang SS di Kuanoe
Sekarang menjadi jemaat Pionir Sonraen dan jemaat Ebenhaezer Sonraen. Kedua jemaat ini
Menjadi jemaat induk untuk distrik Amarasi Selatan,Yaitu: 1. Jemaat Pionir Sonraen, 2.Jemaat
Ebenhaezer Sonraen, 3. Jemaat Oekabiti, 4 Jemaat Kotabes, 5. Jemaat Tunbaun, 6. Jemaat Popo.
- Tahun 1967 Pilmon Rakmeni dan Simson Noty membuka dan melayani cabang SS Batuna yang
Sekarang mmenjadi jemaat Tunbaun
- Tahun 1977 Pilmon Rakmeni membuka dan melayani cabang SS. Oekabiti dan menjadi jemaat
Oekabiti.
- Tahun 1978 Albert Rakmeni membuka dan melayani cabang SS Tainbira hingga menjadi Satu
Mata jemaat.
- Tahun 1994 Markus Rakmeni membuka cabang SS dan sekarang menjadi jemaat Nuntoen
- Tahun 2000 Archilaus Noty membuka cabang SS Oemofa hinga menjadi jemaat
Jemaat Nunka sangat aktif dalam menerobos dan membuka wilayah-wilayah baru hingga saat ini. Dengan berkat pertolongan Tuhan di Amarasi sudah terdapat tiga distrik yaitu:
- Distrik Amarasi Tengah: ( ada 1 SMA, 1 SMP, 1 SD, 1 Klinik )
- Jemaat Pionir Poti – Desa Ponain
- Jemaat Nunka – Desa Ponain
- Jemaat Nasikou ( pemekaran dari jemaat Poti ) – Desa Ponain
- JemaatBekun Jemaat Nuntoen – Desa Ponain
- Jemaat Firdaus – Desa Ponain
- Jemaat Bisoni ( Pemekaran dari jemaat Nuntoen ) – Desa Kotabes
- Jemaat Nekmese – Desa Nekmese
- Jemaat Foasa ( pemekaran dari jemaat Nekmese ) – Desa Nekmese
- Jemaat Tainbira – Desa Tesbatan
Pendeta-Pendeta yang pernah dan sedang melayani antara lain:
- Pdt. Alex Rantung
- Pdt. J. Malonda
- Pdt. Perus Ballo
- Pdt. Titus Taebenu
- Pdt. Yusak Mauboy
- Pdt. M.M. Lomboan
- Pdt. D.K. Sianipar
- Pdt. J. Maromon
- Pdt. Y. Kore Ludji
- Pdt. Yosep Sianipar
- Pdt. M. Rakmeni
- Pdt. Heo Udjudeda
- Pdt. R.H. Bangngu
- Pdt. GNE. Penna
- Pdt. J. Taebenu
- Pdt. R. Radja
- Pdt. A.Z. Runesi
19 Pdt. R. Sarumpaet
- Distrik Amarasi Timur: ( ada satu SMP dan satu SD )
- Jemaat Binoni – Desa Oenoni
- Jemaat Buka ( Pemekaran dari jemaat binoni) – Desa Oenoni
- Jemaat Apren – Desa Apren
- Jemaat Muikmasi (pemekaran dari jemaat Apren) – Desa Apren
- JemaatTubu – Desa Tesbatan
- Jemaat Siuf – Desa Oebesi
- Jemaat Oemoro – Desa Enoraen
- Jemaat Oemofa – Desa Oemofa – Kec. Amabi Oefeto Timur
Gembala-gembala yang pernah dan sedang melayani antara lain adalah sebagai berikut:
- Pdt. J. Malonda
- Pdt. P.F. Thene
- Pdt. M.M. Lomboan
- Pdt. Y. mauboy
- Pdt. Mardi sinaga
- Pdt. J. Maromon
- Pdt. Y. Kore Ludji
- Pdtm. Juberlin situmorang
- Pdtm. Supriono
- Pdt. S. Rakmei
- Pdt. N.Z. Nenoharan
- Pdtm. Yanto Wijaya
- Pdtm. Wendel Runturambi
- Pdt. Isak Mnahonin
- Pdt. F.N. Sabuin
- Pdtm. Soleman Djara
- Pdt. Otniel Saefeto
- Pdt. Firaun Leokuna
- Pdt. M. Rakmeni
- E. Bansole
- Pdt. E. Haba
- Distrik Amarasi Selatan
- Jemaat Pionir Sonraen – Kelurahan Sonraen
- Jemaat Ebenhaezer Sonraen – Kelurahan Sonraen
- Jemaat Kotabes – Desa Kotabes
- Jemaat Oekabiti – Kelurahan Nonbes
- Jemaat Tunbaun – Desa Tunbaun
- Jemaat Popo – Desa Bokong
Gembala-gembala yang pernah dan sedang melayani antara lain:
- Pdt. J. Malonda
- Pdt. Titus Taebenu
- Pdt. M.M. Lomboan
- Pdt. J. Maromon
- Pdt. Y. Kore Ludji
- Pdt. GNE. Penna
- Pdtm. Niman Sinaga
- Juberlin Situmorang
- Pdt. D.K. Sianipar
- Pdt. Yosep Sianipar
- Pdt. Soleman Leokuna
- Pdt. H. Udjudeda
13.Pdtm. Bambang Waluyo
- Pdt.Yusak Mauboy
- Pdtm. Andes Saragi
- Pdtm. Deddy Lay
- Pdt. D. Lay
- Pdt. Lucky Yakob
- Pdtm. Soleman Djara
- Pdt. A.T. Manik.
- Pdt. A. Rakmeni
- Pdt. R. Sarumpaet
- Pdt. A.Z. Runesi
- Pdt. R. Radja
Pekabaran Injil masuk Amarasi melalui hubungan keluarga sebagai berikut:
- Jemaat Poti ada hubungan keluarga dengan jemaat Nasikou, Jemaat Nekmese, Jemaat Jemaat
Bekun dan jemaat Tainbira, jemaat Apren, jemaat Foasa, jemaat Nunka.
- Jemaat Nunka, hubungan keluarganya dengan jemaat: Jemaat Binoni, Jemaat Sonraen, jemaat
Buka, Jemaat Oekabiti, jemaat Tubu, jemaat Siuf, jemaat Oemoro, jemaat Nuntoen, Jemaat Bisoni
Pekabaran Tiga Malaikat tiba di kota dingin – Kota So’e ( kabupaten Timor Tengah Selatan )
Pada tahun 1954 Ev. L. Lombogia dan bertemu dengan beberapa anggota Advent yang sudah ada di kota So’e yaitu: keluarga Litelnoni, keluarga Hendrik Tapatap, keluarga Makh yang berbakti pada setiap hari Sabat di rumah mereka masing-masing.
Kesempatan bagi Ev. L. Lombogia untuk mengajak mereka berkumpul dan berbakti di satu tempat pada setiap hari Sabat, dan disepakati bahwa rumah keluarga Tapatap dijadikan tempat mereka berbakti pada setiap hari Sabat. Ketua kumpulan orang percaya pada saat itu adalah: bpk. L. Litelnino.
Terdorong oleh gerakan Roh Kudus, Ev. Lombogia mengadakan KKR selama 40 malam dan menghasilkan jiwa-jiwa sebagai berikut:
- Kel. Nehemia Boimau
- Kel. Y.B. Katipana
- Kel. P.F. Thene
- Kel. Markus Selan
- Kel. Suka
- Kel. Tatoi
- Antonia Nabuasa
- Kel. Daniel Missa
Jiwa-jiwa tersebut diatas di baptiskan oleh pendeta Mandia sebagai ketua DNT saat itu. Dengan bertambahnya jiwa-jiwa, maka kumpulan ini diorganisir menjadi sebuah mata jemaat baru, yaitu jemaat Soe pada tahun 1955.
Setelah Ev. L. Lombogia kembali ke Kupang, maka Daerah mengutus sdr. Titus Taebenu sebagi Guru Injil dan sdr. Peturus Natty sebagai aggota awam yang aktif untuk memelihara jemaat yang baru dan jiwa-jiwa yang baru dibaptis. Oleh karna sdr. Petrus Natty berhasil dalam memenangkan jiwa akhirnya ia diangkat menjadi Guru Injil yang kemudian menerobos sampai ke wilayah TTS Pedalaman ( Sekarang Distrik Kolbano ) dan beberapa wilayah baru tidak jauh dari kota So’e Yaitu jemaat Toiayo dan jemaat Mnelalete. Adapun jemaat-jemaat yang diorganisir sebagai hasil pelayanan hamba Tuhan pdt. P. Natty adalah Sebagi berikut: Jemaat Bitan, jemaat O’obibi, jemaat Nunana, jemaat Kusyi, jemaat Toiayo, jemaat, jemaat Mnelalete dan sejamat Oetuke.
Pekerjaan Tuhan di kabupaten Timor Tengah Selatan berkembang dengan baik sehinga sekarang ini sudah ada 10 mata jemaat ( dua distrik ) dan dua buah Sekolah Dasar yaitu:
- Distrik So’e:
- Jemaat So’e ( ada satu Sekolah Dasar )
- Jemaat Toiayo
- Jemaat Mnelalete
- Jemaat Lelomina
- Jemaat Telmanu
Gembala-gembala yang pernah melayani sebagai berikut:
- Pdt. Titus Taebenu
- Pendeta Petrus Natty
- Pendeta Samuel Rakmeni
- Pendeta Otniel Saefeto
- Pendeta S.L Keban
- pendeta Seloman Leokuna
- Pdt. Isak Mnahonin
- Pdt. Johanes Taebenu
- Distrik Kolbano
- Jemaat Bitan ( ada satu Sekolah Dasar )
- Jemaat Kusyi
- Jemaat O’obibi
- Jemaat Nunana
- Jemaat Oetuke
Gembala-gembala yang pernah dan sedang melayani:
- Pdt. Petrus Natty
- Pdt. Samuel Rakmeni
- Pdt. Otniel Saefeto
- Pdtm. Don Alvin Pa
- Pdtm. Henok Notty
- Pdt. Firaun Leokuna
- Pdt. E. Bansole
- Pdt. Th. Nubatonis








